Keseimbangan
lintasan perakitan berawal dari adanya kombinasi penugasan kerja kepada
beberapa operator yang menempati tempat kerja tertentu. Tujuan utama yang ingin
dicapai adalah mendapatkan tingkat efisiensi yang tinggi bagi setiap operator
dan memenuhi rencana produksi yang telah ditetapkan sehingga diupayakan untuk
memenuhi perbedaan waktu kerja antar operator dan memperkecil waktu tunggu (delay time). Keseimbangan lintasan (line balancing) memiliki beberapa
algoritma, yaitu Computer Method for
Sequencing Operations for Assembly Lines (COMSOAL), task with Least Number of Predecessors (TLNP), Largest Candidate (LC), dan Ranked
Positional Weight (RPW).
Opit
et.al., membahas tiga dari empat algoritma, yaitu Comsoal, TLNP dan LC untuk
menyelesaikan masalah keseimbangan lintasan dengan menggunakan bahasa
pemrograman VBA Excel 2007, VB Database 6.0, dan Visual Studio 2008 C++. Paper
ini merupakana implementasi program komputasi untuk RPW untuk menyelesaikan
permalasahan keseimbangan lintasan perakitan dengan lebih cepat dan akurat. RPW
diprogram menggunakan bahasa pemrograman Java dan dirancang agar pengguna dapat
melakukan perubahan pada saat memasukkan data dan terdiri dari 50 elemen kerja
dengan maksimum 3 predecessor untuk
tiap elemennya diuji dengan 3 waktu siklus yang berbeda.
Metode
yang digunakan pada Algoritma RPW bertujuan untuk menyeimbangkan lintasan pada
proses produksi dengan mengetahui lebih dahulu waktu-waktu yang ada dalam
proses perakitan tersebut dengan tujuan agar proses produksi dapat berjalan
dengan baik.
Urutan
langkah-langkah metode RPW menurut Halim adalah sebagai berikut:
· 1. Lakukan perhitungan bobot posisi untuk setiap
task. Bobot posisi setiap task dihitung dari bobot suatu task ditambah dengan
bobot task-task setelahnya.
· 2. Lakukan pengurutan task-task berdasarkan
bobot posisi, yaitu bobot posisi besar ke bobot posisi kecil.
· 3. Tempatkan task dengan bobot terbesar ke
sebuah stasiun kerja sepanjang tidak melanggar precedence constraint dan waktu stasiun kerja tidak melebihi waktu
siklus.
· 4. Lakukan langkah 3 hingga semua task telah
ditempatkan kepada suatu stasiun kerja.
Data
yang digunakan terdiri atas 50 elemen kerja, waktu proses untuk setiap elemen
kerja, dan predecessor. Data dapat dilihat pada tabel 1 data set. Masing-masing
elemen kerja memiliki maksimum 3 predecessor. Dalam perhitungan program
komputasi diberikan beberapa waktu siklus, 5 menit, 10 menit dan 15 menit. Data
yang ada dimasukkan ke dalam program yang telah dirancang dengan menggunakan
algoritma RPW. Program komputasi RPW dirancang menggunakan Java dan dijalankan
pada PC dengan spesifikasi Intel (R) Core ™ i5- 3210M CPU @ 2.50 Ghz dan RAM
sebesar 4.00 GB. Dalam pengisian program, dibutuhkan masukkan berupa waktu
siklus, elemen kerja, waktu proses, jumlah predecessor, dan detail predecessor
untuk setiap elemen kerja.
Lakukan
perbandingan hasil akhir logaritma RPW dengan 3 waktu siklus yang berbeda, yang
dapat dilihat pada tabel 2. Persentase efisiensi tertinggi terdapat pada RPW untuk
waktu siklus ke-3, yaitu 96%. Sedangkan pada waktu siklus pertama dan kedua
memiliki persentase efisiensi 90,27% dan 90,55%.
Kesimpulan
yang dapat diambil dari analisis pengolahan data tersebut adalah waktu siklus
yang besar dapat memberikan hasil persentase efisiensi yang lebih tinggi,
sebaliknya jika waktu siklus bernilai kecil maka persentase effisiensi bernilai
rendah. Kelebihan dari program ini dirancang sampai dengan 50 elemen kerja
dengan maksimum 3 predecessor untuk setiap elemen dengan memakai 3 waktu siklus
yang berbeda. Hasil akhir yang didapat pengguna diperoleh dalam waktu yang
singkat melalui program komputasi tersebut. Kekurangan program ini terdapatnya
keterbatasan, antara lain terbatasnya user interface program dan tidak tersedia
interface untuk menampilkan diagram precedence.












