Jumat, 16 November 2018

TUGAS ETIKA PROFESI




PORMIKI (Perhimpunan Profesional Perekam Medis dan Informasi Kesehatan Indonesia)




PORMIKI merupakan wadah bagi profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan  Tenaga Perekam Medis dan Informasi Kesehatan seharusnya menjadi anggota PORMIKI, karena organisasi ini merupakan wadah komunikasi antar Perekam Medis dan Informasi Kesehatan dalam melakukan pengumpulan, pengolahan, analisis, dan penyajian data medis dan informasi kesehatan. PORMIKI sebagai organisasi profesi juga telah menjadi anggota ke 15 dari International Federation of Health Record Organization (IFHRO) yang merupakan wadah profesi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan di seluruh dunia dikenal dengan nama Indonesian Professionals On Medical Record And Health Information Organization.

Tujuan
Membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui peningkatan Sistem Kesehatan Nasional (SKN) dengan mengembangkan sistem rekam medis dan informasi kesehatan. Mengembangkan ilmu rekam medis dan informasi kesehatan. Memperjuangkan kepentingan organisasi serta meningkatkan profesi anggota.

VISI PORMIKI
Pada Kongres IV PORMIKI tahun 2003 telah disahkan Visi PORMIKI adalah :
" Manajemen Informasi Kesehatan Yang Handal di Indonesia "


PPKMI (Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia) (Indonesian Society For Health Promotor Educator – ISHPE )



Perkumpulan Promotor dan Pendidik Kesehatan Masyarakat Indonesia (Indonesian Society For Health Promotor Educator – ISHPE ) disingkat dengan Perkumpulan PPKMI merupakan organisasi nonprofit yang berkedudukan dan didirikan di Jakarta pada tanggal 14 Februari 1988.

Tujuan Perkumpulan PPKMI secara umum sejalan dengan tujuan IAKMI yakni
1.      Turut dalam pengembangan ilmu pengetahuan dalm bidang kesehatan Masyarakat.
2.      Turut dalam peningkatan derajat kesehatan badaniah, rohaniah, dan sosial rakyat Indonesia khususnya dan umat manusia umumnya.
3.      Melindungi kepentingan Anggota
4.      Membantu Pemerintah dalam program pembangunan nasional.

Tujuan Perkumpulan PPKMI secara khusus adalah
1.      Melestarikan profesi promotor dan pendidik kesehatan masyarakat Indonesia PPPKMI
2.      Mengembangkan, mempraktekkan, mendayagunakan ilmu dan seni promosi kesehatan serta keterampilan profesi dalam program pembangunan Indonesia Sehat berbasis perilaku.
3.      Meningkatkan kapasitas promosi kesehatan utamanya kapasitas SDM Promkes Profesional
4.      Melakukan pembinaan kehidupan profesi, integritas moral dan etika profesi serta melindungi dan memperjuangkan kepentingan  anggota dan profesi.
5.      Menggalang kemitraan baik dengan Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah, antar Profesi Kesehatan, LSM,Swasta, Media massa serta mengembangkan jejaring nasional, regional dan global.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Perkumpulan PPKMI melakukan kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan ilmu dan seni promosi dan pendidikan/penyuluhan kesehatan, disamping mengadakan hubungan kerja sama dengan badan atau perkumpulan yang serupa baik dalam maupun luar negeri.
Keanggotaan PPPKMI terdiri dari Anggota Muda, Anggota Biasa, Anggota Luar Biasa, dan Anggota Kehormatan. Tenaga Fungsional Penyuluhan Kesehatan Masyarakat secara otomatis menjadi Anggota Biasa. Anggota Biasa secara otomatis adalah anggota IAKMI.


STANDART TEKNIK
IEC (International Electrotechnical Commission)


International Electrotechnical Commission (IEC) adalah organisasi non profit internasional yang didirikan pada tahun 1906. Organisasi yang bermarkas di Jenewa, Swiss, ini bekerja untuk penyusunan dan penerbitan Standar Internasional di bidang “electrotechnology “, yaitu semua teknologi listrik, elektronik, dan yang terkait dengannya.
Standar IEC meliputi berbagai teknologi pembangkit, transmisi, distribusi listrik, semikonduktor, serat optik, baterai, tenaga surya, nanoteknologi, peralatan elektronik untuk rumah/ kantor, dan sebagainya. IEC juga mengelola skema penilaian kesesuaian yang menyatakan apakah suatu perangkat, sistem, atau komponen sesuai dengan standar internasional.
Publikasi IEC merupakan konsensus internasional yang berfungsi sebagai dasar untuk standardisasi nasional dan sebagai referensi ketika merancang tender internasional dan kontrak. IEC bekerja sama erat dengan International Organization for Standardization (ISO) dan International Telecommunication Union (ITU). Selain itu, IEC bekerja dengan beberapa organisasi pengembangan standar utama, termasuk Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) dengan  menandatangani perjanjian kerjasama sejak tahun 2002.
Standar yang dikembangkan bersama-sama dengan ISO (International Organization for Standardization) seperti ISO / IEC 26300 Open Document Format untuk Aplikasi Office (OpenDocument) v1.0 atau ISO/IEC 27001 Information technology–Security techniques–Information security management systems–Requirements. Penggunaan awalan ISO / IEC meliputi publikasi dari ISO / IEC Komite Teknis Bersama 1 pada Teknologi Informasi, serta standar penilaian kesesuaian yang dikembangkan oleh ISO CASCO. Standar lain yang dikembangkan dalam kerjasama antara IEC dan ISO diberikan nomor seri 80000, seperti IEC 82045-1.
Sebagaimana yang dikerjakan oleh ISO (International Organization for Standardization), IEC membantu mempromosikan pentingnya standardisasi di seluruh dunia dan untuk mengkoordinasikan perbedaan-perbedaan teknis dan potensi buruknya kualitas yang mungkin timbul dalam perkembangan teknologi. Dengan begitu, IEC sekaligus mempromosikan perdagangan dunia dan pertumbuhan ekonomi dan mendorong pengembangan produk, sistem dan jasa yang aman, efisien dan ramah lingkungan .
Para anggota IEC adalah Komite Nasional dari yang mewakili berbagai negara, seperti Badan Standarisasi Nasional (BSN) dari Indonesia, Standardization Administration of the People’s Republic of China (SAC), Japanese Industrial Standards Committee (JISC), Bureau of Indian Standard (India), dan sebagainya. Komite-komite nasional dapat menunjuk ahli dan delegasi yang berasal dari industri, badan pemerintah, asosiasi dan akademisi untuk berpartisipasi dalam pekerjaan penilaian teknis dan kesesuaian IEC.
Para ahli berpartisipasi dalam pekerjaan teknis IEC dalam kapasitas pribadi dan tidak mewakili perusahaan mereka/ organisasi atau Komite Nasional. Sedangkan para delegasi berbicara dan memberikan suara atas nama Komite Nasional dalam setiap pertemuan.


DAFTAR PUSTAKA

Selasa, 20 Maret 2018

Aspek-aspek yang perlu diperhatikan di Industri

Aspek-aspek Studi Kelayakan

Dalam melakukan studi kelayakan ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Secara umum apek tersebut meliputi aspek pasar, aspek teknis dan produksi, aspek keuangan, aspek manajemen, aspek hukum dan aspek ekonomi.

1.           Aspek Pasar

Aspek  pasar  dan  pemasaran  atau  oleh  Gitinger  diistilahkan  sebagai  aspek  komersil merupakan rencana pemasaran output yang dihasilkan oleh proyek dan rencana penyediaan input yang dibutuhkan untuk kelangsungan dan pelaksanaan proyek. Berdasarkan uraian tersebut, maka dalam aspek pasar dan pemasaran terdapat dua sudut pandang yaitu sudut pandang output dan sudut pandang input. Adapun hal yang terkait dengan aspek pasar diantaranya:
a.      Permintaan, baik secara total ataupun diperinci menurut daerah, jenis konsumen, perusahaan besar pemakai. Disini juga perlu diperkirakan tentang proyeksi permintaan tersebut.
b.      Supply, baik yang berasal dari dalam negeri maupun juga yang berasal dari impor. Bagaimana perkembangannya di masa lalu, dan bagaimana perkiraan di masa yang akan datang. Faktor-faktor yang mempengaruhi supply ini, seperti jenis barang yang bisa menyaingi, perlindungan dari pemerintah dan sebagainya, perlu pula diperhatikan.
c.       Harga, dilakukan perbandingan dengan barang-barang impor, produksi dalam negeri lainnya. Apakah ada kecenderungan perubahan harga, dan kalau ya, bagaimana polanya.
d.      Program pemasaran, mencakup strategi pemasaran yang akan dipergunakan, marketing mix. Identifikasi siklus kehidupan produk, pada tahap apa produk yang akan dibuat.Perkiraan penjualan yang bisa dicapai perusahaan, market share yang bisa dikuasai perusahaan.

2.           Aspek Teknis dan Produksi

Adapun yang termasuk ke dalam aspek teknis mampu menjawab beberapa pertanyaan dibawah ini:
a.      Apakah studi dan pengujian pendahuluan pernah dilakukan?
b.      Apakah skala produksi yang dipilih sudah optimal?
Apakah luas produksi ini akan meminimumkan biaya produksi rata-rata ataukah akan memaksimumkan laba, jadi mempertimbangkan secara simultan faktor permintaan? Bagaimana fasilitas untuk ekspansi nantinya, tentang lokasi, luas tanah, pengaturan fasilitas produksi dan sebagainya?
c.       Apakah proses produksi yang dipilih sudah tepat.
Umumnya terdapat beberapa alternatif proses produksi untuk menghasilkan produk yang sama. Sebagai contoh, semen bisa dibuat dengan proses basah, ataupun proses kering. Contoh lainnya, soda bisa dibuat dengan metode elektrolisis atau metode kimia.
d.      Apakah mesin-mesin dan perlengkapan yang dipilih sudah tepat.
Faktor yang diperhatikan adalah tentang umur ekonomis dan fasilitas pelayanan kalau terjadi kerusakan mesin-mesin tersebut.
e.      Apakah perlengkapan-perlengkapan tambahan dan pekerjaan teknis tambahan telah dilakukan.
Faktor-faktor seperti material handling, supply bahan pembantu, kontrol kualitas dan sebagainya perlu diperhatikan pula.
f.        Apakah teknologi yang akan dipergunakan bisa diterima dari pandangan sosial.
Dalam pemilihan teknologi yang akan dipergunakan sebaiknya tidak dipergunakan teknologi yang sudah usang, atau teknologi yang masih dicoba-coba. Yang pertama akan mengakibatkan perusahaan nantinya sulit untuk bersaing, sedangkan yang kedua bisa mengakibatkan kesulitan dalam perawatan fasilitas.

3.           Aspek Keuangan

a.      Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap maupun untuk modal kerja.
b.      Sumber-sumber pembelanjaan yang akan dipergunakan. Seberapa banyak dana yang berupa modal sendiri dan berapa banyak yang berupa pinjaman jangka pendek, dan berapa yang jangka panjang.
c.       Taksiran penghasilan, biaya dan rugi atau laba pada berbagai tingkat operasi. Termasuk disini estimasi tentang break even point tersebut.
d.      Manfaat dan biaya dalam artian finansial seperti rate of return investment, net present value, internal rate of return, profitability index, dan payback period. Estimasi terhadap risiko proyek, risiko dalam artian total, atau kalau mungkin yang hanya sistematis.
e.      Proyeksi keuangan. Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi sumber dan penggunaan dan dana.

4.           Aspek Manajemen

a.      Manajemen dalam masa pembangunan proyek:
Siapa pelaksana proyek tersebut.
Bagaimana jadwal penyelesaian proyek tersebut.
Siapa yang melakukan studi masing-masing aspek; pemasaran, teknis, dan lain sebagainya.
b.      Manajemen dalam operasi:
Bentuk organisasi dan badan usaha yang dipilih.
Struktur organisasi, deskripsi jabatan, dan spesifikasi jabatan.
Anggota direksi dan tenaga-tenaga kunci.
Jumlah tenaga kerja yang akan dipergunakan.

5.           Aspek Sumber Daya Manusia

Aspek sumber daya manusia merupaka aspek penting yang perlu dianalisis. Aspek SDM dibagi kedalam dua bagian, yaitu peran SDM dalam pembangunan proyek bisnis dan peran mereka dalam operasional rutin bisnis setelah selesai dibangun. Didalam hal pembangunan proyek, tenaga SDM yang dibutuhkan dan akan dibatasi hanya sampai pada proyek bisnis selesai dibangun. Setelah proyek selesai dibangun, terjadi pemutusan hubungan kerja. Sedangkan, dalam hal operasional rutin bisnis, tenaga SDM yang dibutuhkan akan disesuaikan dengan keahlian mereka dalam menjalankan roda perusahaan.

6.           Aspek Finansial

Dari sisi  keuangan, proyek bisnis dikatakan sehat apabila dapat memberikan keuntungan yang layak dan mampumemenuhi kewajiban finansialnya. Dalam studi kelayakan, kegiatan studi aspek keuangan dilakukan setelah aspek lain selesai dilaksanakan. Kegiatan pada aspek keuangan ini antara lain adalah perhitungan perkiraan jumlah dana yang diperlukan untuk keperluan modal kerja awal dan untuk pengadaan harta tetap proyek.
Aspek keuangan mempelajari berbagai faktor penting seperti:
a.      Dana yang diperlukan untuk investasi, baik untuk aktiva tetap maupun modal kerja.
b.      Sumber-sumber pembelanjaan yang akan digunakan. Seberapa banyak modal yang berupa dana sendiri dan berapa banyak yang berupa pinjaman jangka pendek, dan berapa yang jangka panjang.
c.       Taksiran penghasilan, biaya, dan rugi/laba pada berbagai tingkat operasional.
d.      Manfaat dan biaya dalam arti finansial, seperti rate of return on investment, net present value, internal rate of return, profitability index, dan payback period. Estimasi terhadap resiko proyek, resiko dalam arti total, atau kalau mungkin yang hanya sistematis.
e.      Proyeksi keuangan.
f.        Pembuatan neraca yang diproyeksikan dan proyeksi sumber dan penggunaan dana.

7.           Aspek Ekonomi Sosial dan Politik

Dari segi aspek ekonomi, cukup banyak data makroekonomi yang tersebar di berbagai media yang secara langsung maupun tidak langsung dapat dimanfaatkan oleh perusahaan. Data makroekonomi tersebut banyak yang dapat dijadikan sebagai factor indikator ekonomi yang dapat diolah menjadi informasi penting dalam rangka studi kelayakan bisnis misalnya : PDB (Produk Domestik Bruto), investasi, valuta asing, kredit perbankan, anggaran pemerintah, pengeluaran pembangunan, perdagangan luar negeri, dan neraca pembayaran.
Dari segi aspek sosial maka yang ditinjau adalah tujuan utama perusahaan. Tujuan utama perusahaan adalah mencari keuntungan yang sebesar-besarnya maka perusahaan tidak dapat bertahan lama. Perusahaan hidup bersama-sama dengan komponen lain dalam satu tatanan kehidupan yang prulalitas dan kompleks walau hendaknya berada dalam satu keseimbangan. Salah satu komponen yang dimaksud adalah lembaga sosial, sehingga dalam rangka keseimbangan tadi hendaknya perusahaan memiliki tanggung jawab sosial.
Dari segi aspek politik maka secara langsung ataupun tidak langsung berpengaruh kepada dunia bisnis. Makin kacau politik suatu Negara akan berdampak kacau pula pada dunia bisnis di Negara tersebut dan pula sebaliknya.
Aspek-aspek yang diperlukan dalam aspek ekonomi, sosial, dan politik sebagai berikut:
a.      Pengaruh bisnis tersebut terhadap peningkatan penghasilan Negara
b.      Pengaruh bisnis tersebut terhadap devisa yang bisa dihemat dan diperoleh
c.       Penambahan kesempatan kerja
d.      Pemerataan kesempatan kerja
e.      Bagaimana pengaruh bisnis tersebut terhadap industri lain
Aspek yang bersifat sosial seperti : menjadi semakin ramai daerah tersebut, lalu lintas yang semakin lancar, adanya penerangan listrik dan lain sebagainya.




Selasa, 16 Januari 2018

Review jurnal "A COMPARATIVE STUDY OF FORECASTING MODELS FOR TREND AND SEASONAL TIME SERIES: DOES COMPLEX MODEL ALWAYS YIELD BETTER FORECAST THAN SIMPLE MODELS?

1.      Pendahuluan
Ada dua pertimbangan dasar dalam menghasilkan ramalan yang akurat dan berguna. Yang pertama untuk mengumpulkan data yang relevan dengan peramalan tugas dan berisi informasi yang bisa dihasilkan perkiraan yang akurat Faktor kunci ke dua adalah memilih teknik peramalan yang akan memanfaatkan informasi yang terkandung dalam data dan pola yang terpenuhi.
Banyak deret waktu bisnis dan ekonomi adalah rangkaian waktu non-stasioner yang mengandung tren  dan variasi musiman. Tren adalah komponen jangka panjang yang mewakili pertumbuhan atau penurunan dalam deret waktu dalam jangka waktu yang panjang. Musiman adalah periodik dan berulang pola yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti cuaca, liburan, atau pengulangan promosi. Tepat peramalan trend dan time series musiman sangat penting untuk keputusan efektif di ritel, pemasaran, produksi, pengendalian persediaan, personil, dan banyak sektor usaha lainnya (Makridakis dan Wheelwright, 1987). Dengan demikian, bagaimana model dan ramalan tren dan waktu musiman.
2.      Pemodelan tren dan seri waktu musim
2.1    Winters Exponential Smoothing
Smoothing eksponensial adalah prosedur untuk terus merevisi perkiraan dalam terang pengalaman yang lebih baru Model musim dingin adalah model pemulusan eksponensial yang biasa digunakan tren peramalan dan deret waktu musiman. Keempat persamaan yang digunakan dalam model Winter adalah sebagai berikut (lihat Hanke dan Reistch, 1995; halaman 172-173):

Dimana  :
α =  konstanta smoothing ( 0 < α < 1 )
β =  konstanta smoothing untuk estimasi tren ( 0 < β < 1 )
γ = konstanta smoothing untuk estimasi  musiman ( 0 < γ < 1 )
L = panjang musiman

2.2    Metode Dekomposisi
Pada bagian ini kami menyajikan model dekomposisi multiplikatif. Model ini telah ternyata berguna saat memodelkan deret waktu yang menampilkan kenaikan atau penurunan musiman variasi (lihat Bowerman dan O'Connell, 1993; bab 7). Asumsi utama yang melekat dalam hal ini Modelnya adalah bahwa seasonality dapat dipisahkan dari komponen lain dari seri. Itu Model dekomposisi multiplikatif adalah
 =  x  x
dimana
 = nilai yang teramati dari deret waktu dalam periode waktu t
 = komponen tren dalam periode waktu t
 = komponen musiman dalam periode waktu t
 = komponen siklis dalam periode waktu t
 = komponen tidak beraturan dalam periode waktu t

2.3    Regresi Seri Waktu
Model regresi deret waktu menghubungkan variabel dependen dengan fungsi waktu. Ini Model paling menguntungkan digunakan saat parameter menggambarkan deret waktu yang akan diperkirakan tetap konstan seiring berjalannya waktu. Misalnya, jika deret waktu menunjukkan tren linier, maka kemiringannya garis tren tetap konstan. Sebagai contoh lain, jika deret waktunya bisa dijelaskan dengan menggunakan parameter musiman bulanan, maka parameter musiman untuk masing-masing dua belas bulan tetap ada sama dari satu tahun ke tahun berikutnya. Model regresi time series yang dipertimbangkan dalam makalah ini adalah (Bowerman dan O'Connell, 1993; bab 6):
 =  +  
dimana
yt = nilai yang teramati dari deret waktu dalam periode waktu t
Tt = tren dalam periode waktu t
St = faktor musiman dalam periode waktu t
Εt = istilah kesalahan dalam periode waktu t.
Dalam model ini, faktor musiman dimodelkan dengan menggunakan variabel dummy.
3.      Metodologi
3.1    Data
Data penumpang maskapai internasional tersebut berisi 144 bulan pengamatan, dimulai pada bulan Januari 1949 dan berakhir pada bulan Desember 1960. 120 data pengamatan pertama digunakan untuk pemilihan model dan estimasi parameter (data pelatihan dalam model NN) dan 24 poin terakhir dicadangkan sebagai uji untuk peramalan evaluasi dan perbandingan (testing data). Gambar 2 plot representatif time series data ini. Jelas bahwa seri ini memiliki tren naik bersama dengan musiman variasi.
3.2    Research Design
Gambar 2. Seri Waktu Plot Data Penumpang Airline Internasional
Untuk menentukan arsitektur FFNN terbaik, eksperimen dilakukan dengan dasar cross metode validasi Data pelatihan yang tersedia digunakan untuk memperkirakan bobot spesifik arsitektur model Set pengujian adalah yang digunakan untuk memilih model terbaik di antara semua model dianggap. Dalam penelitian ini, jumlah node tersembunyi bervariasi dari 1 sampai 10 dengan kenaikan 1. Keterlambatan 1, 12 dan 13 disertakan karena hasil Faraway dan Chatfield (1998) dan Atok dan Suhartono (2000).
4.      Hasil Empiris

Hasil model FFNN memiliki kecenderungan yang sama. Semakin kompleks FFNN. Arsitektur (artinya semakin banyak jumlah unit node pada hidden layer) selalu menghasilkan hasil yang lebih baik. Dalam data pelatihan, namun hasil sebaliknya terjadi pada sampel uji. Model FFNN 1, 2 dan 3, masing mewakili jumlah node unit pada hidden layer. Kita bisa melihat dengan jelas bahwa semakin banyak. Kompleks model FFNN cenderung melelahkan data dalam pelatihan dan karena memiliki kemiskinan perkiraan dalam pengujian.
Akhirnya, kami juga melakukan pemeriksaan diagnostik dalam hal pemodelan statistik agar setiap data diketahui. Apalagi apakah model errornya adalah white noise. Dari tabel 1 kita tahu bahwa Winter's, Model regresi dekomposisi dan Time series tidak menghasilkan white noise error. Hanya kesalahan Model ARIMA dan FFNN memuaskan kondisi ini. Artinya proses pemodelan. Regresi Winter, Decomposition dan Time series belum selesai dan kita bisa melanjutkannya model kesalahan dengan menggunakan metode lain. Kondisi ini memberi kesempatan untuk melakukan penelitian lebih lanjut, menggabungkan beberapa metode peramalan untuk trend dan time series musiman, misalnya kombinasi. Antara regresi deret waktu dan ARIMA (juga dikenal sebagai kombinasi deterministik-model trend stokastik), antara dekomposisi (sebagai preprocessing data untuk membuat data stasioner) dan ARIMA, dan juga antara Decomposition (sebagai data preprocessing) dan model FFNN.
Secara umum, kita dapat melihat pada sampel pengujian perbandingan bahwa FFNN dengan 1 unit node di lapisan tersembunyi menghasilkan MSE terbaik, sedangkan Dekomposisi menghasilkan MAE dan MAPE terbaik.

5.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa model yang lebih kompleks tidak selalu menghasilkan perkiraan yang lebih baik daripada yang lebih sederhana, terutama pada sampel pengujian. Hasil kami hanya menunjukkan itu. Model FFNN yang lebih kompleks selalu menghasilkan perkiraan yang lebih baik dalam data pelatihan dan ini mengindikasikan adanya overfitting masalah Oleh karena itu, model FFNN yang pelit harus digunakan dalam pemodelan dan tren peramalan dan deret waktu musiman.